• Jumat, 2 Desember 2022

Memori Banding Ade Yasin Tengah Disiapkan, Kuasa Hukum: Kami Optimis Klien Kami Bebas

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 19:20 WIB
Kuasa Hukum Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, Dinalara Butar Butar saat ditemu wartawan, Sabtu 1 Oktober 2022 (Foto/Pratama)
Kuasa Hukum Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, Dinalara Butar Butar saat ditemu wartawan, Sabtu 1 Oktober 2022 (Foto/Pratama)

SEWAKTU.com -- kuasa hukum Bupati Bogor non aktif Ade Yasin, Dinalara-Butar-Butar">Dinalara Butar Butar mengaku saat ini pihaknya tengah menyiapkan memori banding ke Pengadilan Tinggi, lantaran vonis 4 tahun penjara terhadap kliennya yang dinilai mengesampingkan fakta persidangan.

Saat ini kita sedang menyiapkan memori banding Klien kami Ade Yasin, rencana kita akan mendaftarkannya hari selasa.karena salinan putusan baru kita terima pada rabu (28/9/22) malam kemarin. Jadi kita sekarang sedang menyiapkan memori bandingnya,” kata Dinalara kepada wartawan, Sabtu 1 Oktober 2022

Dia pun berharap dengan upaya memori banding yang sedang disiapkan itu, dapat membebaskan Ade Yasin dari jeratan hukum. Terlebih, putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung beberapa waktu lalu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa KPK.

Harapannya kita masih tetap optimis klien kami bisa bebas, dan tentu itu dasarnya kenapa ada pradilan banding kan berarti ada peluang itu semua. Makanya kita optimis pengadilan tinggi bandung juga akan obyektif menilai perkara ini,” jelasnya

Baca Juga: Ungkap Rasa Kecewa, Putri Sulung Ade Yasin: Politik Memang Abu Abu, Tapi Hukum Harus Hitam Putih

Ia menjelaskan, proses pengajuan banding itu sama dengan di Pengadilan Negeri, hanya saja di Pengadilan Tinggi itu jarang dilakukan sidang. Namun saat ini pihaknya masih melakukan penilaian terhadap fakta-fakta persidangan.

“Jadi salah satu materi yang kita lihat adalah, bahwa banyak fakta persidangan yang selama ini memang tidak dibuat didalam pertimbangan majelis hakim,” bebernya.

Justru, tambah Dinalara, yang dijadikan pertimbangan adalah hasil Berita Acara Perkara (BAP). Padahal menurut aturan adalah, bahwa fakta yang mengikat itu ialah fakta persidangan bukan berdasarkan fakta BAP.

“Karena BAP itu hanya dibuat oleh salahsatu pihak saja yaitu penyidik, itu yang sangat kami sayangkan dari majelis Hakim, banyak fakta persidangan yang tidak dimuat dalam putusannya, atau kata lainnya dikesampingkan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X