SEWAKTU.com — Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Bogor, dengan menegaskan bahwa kinerja Pemerintah Kota Bogor menunjukkan tren positif di berbagai indikator, meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Dalam laporan tersebut, Dedie mengungkapkan bahwa pendapatan daerah mengalami peningkatan signifikan, dari Rp2,93 triliun menjadi Rp3,31 triliun atau tumbuh 13,06 persen.
Realisasinya pun mencapai Rp3,23 triliun atau sebesar 97,41 persen dari target yang ditetapkan.
Di sisi belanja, Pemkot Bogor mencatat realisasi sebesar Rp3,22 triliun atau 95,43 persen dari total anggaran Rp3,38 triliun, yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Dilarang Diberhentikan, Kemendikdasmen Turun Tangan Bantu Gaji hingga 2026!
Kinerja makro daerah juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 79,75, angka kemiskinan turun ke level 5,89 persen, dan tingkat pengangguran berkurang menjadi 7,95 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor mencapai 5,45 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari indikator yang ada, baik mikro maupun makro, alhamdulillah capaiannya tidak mengecewakan. Namun, ini menjadi PR bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas masyarakat Kota Bogor, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan,” ujar Dedie Rachim.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari implementasi sejumlah program prioritas, seperti Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar, yang menjadi fokus pembangunan sepanjang 2025.
Selain itu, pendapatan per kapita warga Kota Bogor juga meningkat menjadi Rp60,7 juta, naik 7,21 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jadwal Ujian TKA SMP 2026 Resmi Dimulai, Ini Aturan Penting yang Wajib Diketahui oleh Para Siswa
Angka ini bahkan melampaui rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di angka Rp59,8 juta. Di saat yang sama, ketimpangan pendapatan berhasil ditekan, terlihat dari penurunan rasio gini menjadi 0,435 dari sebelumnya 0,477.
Dedie juga menyoroti capaian non-fiskal, di mana Pemerintah Kota Bogor berhasil meraih 83 penghargaan dari berbagai tingkat, baik nasional maupun daerah.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Artikel Terkait
Bogor Tengah Akan Ditata Ulang, Dedie Rachim Arahkan PKL Pindah ke Pasar
Kota Bogor Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, Dedie Rachim Bahas Proyek Strategis dengan Danantara
Dedie Rachim Minta Warga Periksa Kebocoran Tabung Gas Usai Insiden Kebakaran di Bogor
Investor Tiongkok Masuk, Dedie Rachim Optimis Proyek PSEL Bogor Raya Groundbreaking Juli 2026
Rakercab 2026, Wali Kota Dedie Rachim Dorong Transformasi Gerakan Pramuka Kota Bogor
Dedie Rachim Buka Balkot Ramadan Festival 2026, 63 UMKM dan Layanan Publik Ramaikan Balai Kota Bogor