• Sabtu, 20 Agustus 2022

Vladimir Putin Bilang ke Jokowi Negara Baratlah yang Mengacaukan Perekonomian

- Jumat, 1 Juli 2022 | 08:09 WIB
Presiden Jokowi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin usai menggelar pertemuan. Indonesia sendiri menyatakan diri siap memfasilitasi perdamaian dua negara  (Tangkapan Layar Instagram/@sekretariat.kabinet)
Presiden Jokowi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin usai menggelar pertemuan. Indonesia sendiri menyatakan diri siap memfasilitasi perdamaian dua negara (Tangkapan Layar Instagram/@sekretariat.kabinet)

SEWAKTU.com -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ketidakseimbangan di pasar pangan dunia adalah konsekuensi langsung dari kebijakan makroekonomi beberapa negara yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Vladimir Putin, alih-alih mengakui kebijakan ekonomi mereka salah, negara-negara Barat justru mengganggu produksi pertanian global dengan membatasi pasokan pupuk di Rusia dan Belarusia.

"Negara-negara Barat makin mengacaukan produksi pertanian global dengan memberlakukan pembatasan pada pasokan pupuk Rusia dan Belarusia," kata Putin dalam pernyataan pers bersama Presiden RI Joko Widodo, usai pertemuan keduanya di Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis 30 Juni 2022.

Video pernyataan pers bersama itu dapat disaksikan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden. Sementara transkrip pernyataan Putin dan Jokowi juga diunggah dalam laman resmi Presiden Rusia www.kremlin.ru yang terbuka untuk publik.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Iriana Tiba di Moskow Rusia

Putin menyampaikan negara-negara Barat juga menghambat ekspor biji-bijian Rusia ke pasar dunia, memperumit asuransi kapal, dan pembayaran bank berdasarkan kontrak perdagangan.

"Saya akan tekankan sekali lagi. Rusia telah dan tetap menjadi salah satu produsen dan eksportir makanan utama dunia," tegasnya.

Dia menyebutkan Rusia memasok produk pertanian ke 161 negara. Tahun lalu, Rusia mengekspor lebih dari 43 juta ton biji-bijian, termasuk 33 juta ton gandum.

"Tahun ini, kami mengharapkan panen biji-bijian yang baik, yang memungkinkan kami untuk meningkatkan pasokan kami ke pasar eksternal hingga 50 juta ton," jelasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Putri Candrawathi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:19 WIB
X