• Sabtu, 2 Juli 2022

Hukum Kurban di Tengah Wabah PMK, Menag Yaqut Cholil Qoumas Bilang Sunnah Muakkad, Apa Itu?

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:09 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas sebut hukum kurban ditengah wabah PMK. Foto/Kemenag. (Foto/Kemenag.)
Menag Yaqut Cholil Qoumas sebut hukum kurban ditengah wabah PMK. Foto/Kemenag. (Foto/Kemenag.)

SEWAKTU.com -- Hari Raya Idul Adha tinggal beberapa hari lagi, namun, masyarakat kin dihantui dengan wabah penyakit mulut dan kuku atau wabah PMK. 

Banyak hewan ternak yang kini terpapar wabah PMK. Dengan permasalahan ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan komentar. 

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan bahwa hukum kurban adalah sunnah yang dianjurkan (sunnah muakkad) atau bukan wajib, terlebih sejak munculnya wabah PMK.

“Perlu disampaikan hukum kurban itu adalah sunnah muakkad, sunah yang dianjurkan jadi bukan wajib. Artinya jika dalam kondisi tertentu kurban ini tidak bisa dilaksanakan, maka kita tidak boleh memaksakan, akan dicarikan alternatif yang lain, tentu saja,” kata Yaqut usai rapat internal di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Baca Juga: Cara Mengolah Daging Kurban Idul Adha, Dijamin Empuk dan Tidak Bau

Yaqut mengatakan menjelang Idul Adha pada awal Juli 2022 mendatang, kebutuhan hewan ternak terutama sapi dan kambing akan meningkat.

Tetapi, karena saat ini terdapat persebaran wabah PMK di Indonesia, maka Kementerian Agama akan menerbitkan peraturan baru mengenai kurban hewan ternak di masa wabah PMK.

Menag juga akan berkoordinasi dengan organisasi masyarakat keagamaan untuk bersama-sama menyampaikan ke masyarakat mengenai hukum kurban adalah bukan wajib.***

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 11:57 WIB

Presiden Jokowi dan Iriana Tiba di Moskow Rusia

Kamis, 30 Juni 2022 | 19:22 WIB
X