"Tapi, pesan negatif justru diingat lebih lama. Hal ini berkaitan dengan sifat dasar manusia yang menganggap sesuatu yang negatif sebagai sinyal bahaya," jelas sosiolog 41 tahun tersebut.
Pesan negatif itu, antara lain, pornografi dan kriminal. Kehadiran medsos, lanjut dia, memang tidak terelakkan.
Termasuk di dunia bisnis. Di sini bukan melulu tentang ilmu komputer, tetapi juga melibatkan perilaku.
Baca Juga: Kode Redeem ML 6 Januari 2022, Ayo Mabar dan Ambil Hadiahnya!
"’Bisa kecanduan, bisa beli online, bisa ketergantungan pada dunia digital. Semua itu berkaitan dengan ilmu sosial," ungkapnya.
Begitu pula di dunia riset sosial. Para peneliti bahkan dapat melakukan berbagai studi mengenai perilaku manusia melalui medsos.
"Bisa dikatakan, di dunia digital, peneliti sosial kebanjiran data mengenai perilaku manusia," ujar pria yang meraih gelar PhD di Columbia University, New York, AS, tersebut.
Baca Juga: Ramalan Tentang Usaha, Pekerjaan, Serta Keuangan 4 Zodiak di Hari Kamis 6 Januari 2022
Computer scientist dan social scientist, menurut dia, bisa bekerja sama untuk mengembangkan metodologi penelitian dari jutaan data sampah dari dunia digital.
Data itu dapat dipilah untuk diambil yang berkaitan dengan studi yang dipilih.
Sebab, beraneka aplikasi dan medsos bisa diibaratkan laboratorium perilaku.
Kehidupan digital, menurut Roby, menjadi opportunity baru dalam riset-riset sosial. Di AS, saat ini berkembang pesat computational social science.
"Bisa lebih murah dan efisien karena tanpa melakukan survei,’’ tandasnya.***
Artikel Terkait
Sebuah Meteor Meledak di Atas Salah Satu Kota di Amerika Serikat
Toyota Land Cruiser 300 Siap Dirilis di Indonesia
Kode Redeem FF 6 Desember 2022, Banyak Banget Item Gratisnya, Klaim Sekarang!
Kode Redeem ML 6 Januari 2022, Ayo Mabar dan Ambil Hadiahnya!
5 Aplikasi Blokir Telepon dan Pesan SMS Spam, Gak Perlu Lagi Terganggu