• Sabtu, 1 Oktober 2022

Ilmu Santet, Ilmu Putih Menjadi Ilmu Hitam

- Kamis, 23 Juni 2022 | 02:17 WIB
Illustrasi Ilmu Santet,  Ilmu Putih Menjadi Ilmu Hitam. (Foto/Pinterest.)
Illustrasi Ilmu Santet, Ilmu Putih Menjadi Ilmu Hitam. (Foto/Pinterest.)

SEWAKTU.COM - Diakui atau tidak, ilmu santet merupakan kearifan lokal yang dulunya lazim dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi. Santet semula dikenal sebagai ilmu putih atau white magic. Namun dalam perkembangannya, santet mengalami pergeseran makna menjadi ilmu kuning (yellow magic), ilmu abu-abu (grey magic), hingga akhirnya menjadi ilmu hitam (black magic).

Kalau secara akademik (ilmu santet) itu kan mengalami pergeseran. Awalnya santet masuk ilmu putih atau white magic. Seperti pengasihan, penglaris. Kalau istilahnya dalam agama mahabbah. Doa dan mantra seperti itu kan lazim dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi.

Seiring perubahan zaman, makna ilmu santet berkembang lebih luas lagi. Bahkan kini ilmu santet identik dengan ilmu hitam (black magic). Pergeseran makna ini terjadi lantaran terjadi penyimpangan dalam penerapannya. Ilmu hitam condong lebih dominan dipraktekkan, sehingga terjadi labeling ilmu santet identik dengan ilmu hitam.

Baca Juga: Ilmu Santet Jawa, Ilmu yang Sudah Ada Sejak Dulu Kala

Ilmu hitam ini identik dengan santet karena terjadi penyalahgunaan. Itu karena lebih dominan digunakan penyimpangannya, akhirnya yang menguat dan terjadi stereotype terhadap ilmu santet sebagai ilmu hitam. Istilahnya dalam perspektif akademik terjadi konstruksi sosial.

Santet mengalami pergeseran makna dari ilmu putih menjadi ilmu hitam terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu. Bahkan, sebelum terjadinya Tragedi Banyuwangi Tahun 1998 yang menewaskan banyak korban, istilah santet sudah berkonotasi negatif. “auh sebelum itu. Tragedi Banyuwangi ’98 itu hanya menumpang saja.

Baca Juga: Ilmu Santet, Kenapa Pribumi Tidak Melawan Penjajah Menggunakan Ilmu Santet?

Dalam surat an-naas dijelaskan bahwa bukan hanya jin jahat dan ingkar yang termasuk dalam golongan as-syaiton, manusia yang yang berprilaku dzalim dan lalai termasuk dalam kategori ini. Mengenai hal ini ada sebagaian ulama yang berpendapat bahwa setan adalah sebuah sifat jahat dari manusia dan jin.

Jadi yang disebut setan/syaiton adalah bukan berupa wujud/makhluk tersendiri, melainkan sebuah sifat atau perbuatan dari makhluk Jin ataupun Manusia.

Halaman:

Editor: Ananta Wira Mahmuda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X