Ramai Bupati Purwakarta Gugat Cerai, Ini Cara Mengajukan Gugatan Cerai Istri dan Alasannya

- Jumat, 23 September 2022 | 23:08 WIB
Cara mengajukan gugatan cerai istri dan alasannya. (/BrianAJackson)
Cara mengajukan gugatan cerai istri dan alasannya. (/BrianAJackson)

SEWAKTU.com - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika gugat cerai suaminya, Dedi Mulyadi, yang juga anggota DPR RI. Lantas, bagaimana mekanisme dan cara mengajukan gugatan cerai seorang istri kepada suami?

Pengadilan Agama memang berwenang memeriksa dan mengadili perkara cerai bagi perkawinan yang dilakukan menurut agama Islam.

Jika istri gugat cerai kepada suami, satu hal yang pasti harus mengajukan perceraian di Pengadilan Agam setempat.

Baca Juga: Heboh!!! Dedi Mulyadi Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Mengutp dari situs Pengadilan Agama, gugatan cerai di Pengadilan Agama tersebut dapat diajukan baik oleh suami kepada istrinya maupun oleh istri kepada suaminya.

Gugatan yang diajukan Suami kepada istrinya disebut dengan Permohonan Cerai Talak, dimana nantinya suami menjadi Pemohon dan istri menjadi Termohon.

Sedangkan terhadap gugatan cerai yang diajukan oleh istri kepada Suaminya disebut Gugatan Perceraian, dimana istri sebagai penggugat dan suami sebagai tergugat.

Jika istri akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, maka Pengadilan Agama yang berwenang untuk memeriksa dan mengadilinya adalah Pengadilan Agama dimana istri tersebut berdomisili hukum.

Baca Juga: Harta Kekayaan Anne Ratna Mustika, Bupati Purwakarta yang Disorot Gugat Cerai Dedi Mulyadi

Domisili hukum dapat dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP), artinya jika istri berdomisili hukum di Kabupaten Purwakarta dan suami bertempat tinggal di Jakarta, maka Pengadilan Agama yang berwenang adalah Pengadilan Agama tempat domisili hukum istri yaitu Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta.

Di bawah beberapa alasan yang dapat dijadikan alasan bagi seorang istri yang ingin mengajukan gugatan cerai kepada suaminya:

  1. Suami berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Suami meninggalkan istri selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
  3. Suami mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  4. Suami melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan istrinya;
  5. Suami mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami;
  6. Antara suami dan istri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Dari beberapa alasan yang dapat dijadikan alasan untuk mengajukan permohonan/gugatan cerai talak di atas, umumnya istri yang gugat cerai suami memilih alasan nomor 6. 

Pertimbangannya, pembuktiannya lebih mudah dan merupakan alasan yang paling banyak digunakan dan paling banyak dikabulkan Hakim Pengadilan Agama dalam memutus kasus gugatan perceraian.

Baca Juga: Profil Dedi Mulyadi, Sukses Jadi Politisi Muda Hingga Jadi Ketua DPD Golkar Jabar

Halaman:

Editor: Faturohman SK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X