SEWAKTU.com — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyoroti tingginya angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia yang mencapai rata-rata 56 perempuan per hari.
Ia menilai kondisi ini sebagai persoalan serius yang harus ditangani melalui langkah pencegahan, salah satunya melalui vaksinasi HPV.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenal saat menghadiri kegiatan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor di Gedung Laboratorium BPOM Bogor, Cibinong.
“Secara nasional terdapat sekitar 37.000 kasus baru, bahkan 20.700 kematian atau sekitar 56 kematian per hari. Artinya, data ini memang menjadi perhatian serius,” ujar Jenal Mutaqin.
Menurutnya, vaksinasi HPV menjadi langkah preventif yang sangat penting, mengingat kanker serviks kerap tidak terdeteksi pada tahap awal.
Baca Juga: Dedie Rachim Ungkap LKPJ 2025, Kinerja Pemkot Bogor Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Efisiensi
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dibarengi dengan edukasi yang masif kepada masyarakat.
“Kanker ini sulit diidentifikasi secara kasat mata. Untuk itu, diperlukan edukasi yang masif serta langkah-langkah pencegahan yang tepat agar masyarakat bisa lebih waspada,” jelasnya.
Kegiatan vaksinasi ini diikuti sebanyak 190 peserta dan menjadi bagian dari upaya menekan angka kematian akibat kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menegaskan bahwa program vaksinasi HPV merupakan langkah konkret dalam menurunkan angka kasus dan kematian akibat kanker serviks, khususnya di wilayah Bogor.
“Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Vaksinasi HPV ini merupakan langkah nyata untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks,” ujarnya.
Baca Juga: Sastra Winara Dukung Bus Listrik Gratis Gagasan Bupati Bogor, Dinilai Jadi Solusi Nyata Hemat BBM
Ia juga memastikan bahwa vaksin yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, serta pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Bogor.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Dewan Pengurus KORPRI Nasional terkait gerakan sejuta vaksin kanker serviks untuk ASN, serta dalam rangka peringatan HUT BPOM ke-25 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-26.
Artikel Terkait
Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin Audiensi Bareng Ojol Bogor, Bahas Keselamatan hingga Jaminan Sosial
Melayat ke Rumah Remaja yang Tewas Tenggelam di Sungai Cisadane Jenal Mutaqin Minta Orang Tua dan Sekolah Mulai Serius Awasi Anak Anaknya
Jenal Mutaqin Sambut Rombongan Pemkab OKU di Balai Kota Bogor: Bahas Pajak, BUMD, hingga Tata Kelola Perkotaan
Pemkot Bogor Terapkan Satu Komando untuk Percepat Penurunan Stunting, Jenal Mutaqin: Kita Fokuskan Tindakan..
Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin Tinjau Program Dashat, Ajak Warga Bogor Kolaborasi Cegah Stunting
Pemkot Bogor Tunggu Restu Pemprov Jabar Terkait Penghapusan Angkot Tua, Jenal Mutaqin: Tunggu koordinasi