• Jumat, 2 Desember 2022

10 Psikologi Menangis Tanpa Sebab, Apakah Kalian Pernah Atau Suka Menangis Tanpa Sebab?

- Minggu, 25 September 2022 | 18:40 WIB
Ilustrasi 10 Psikologi Menangis Tanpa Sebab, Apakah Kalian Pernah Atau Suka Menangis Tanpa Sebab? (Foto/Freepik.)
Ilustrasi 10 Psikologi Menangis Tanpa Sebab, Apakah Kalian Pernah Atau Suka Menangis Tanpa Sebab? (Foto/Freepik.)

SEWAKTU.com - Berikut Psikologi menangis tanpa sebab. Mungkin beberapa orang pernah mengalami air mata mereka sendiri yang tiba-tiba tanpa alasan. Ketika seseorang banyak menangis tanpa dipicu oleh apa pun, itu disebut hypophrenia.

Hypophrenia atau menangis tanpa sebab, adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa sangat emosional dan merasakan kesedihan yang berlebihan, di atas ambang batas yang seharusnya, dan karena kondisi ini, seseorang akan menangis bahkan ketika tidak ada pemicu yang bisa menjadi penyebabnya. Lalu, apa saja Psikologi menangis tanpa sebab?

Jika merujuk pada beberapa ahli, menangis tanpa alasan biasanya karena pengaruh tanda-tanda masalah kesehatan mental. Simak selengkapnya Psikologi menangis tanpa sebab.

Baca Juga: 10 Fakta Psikologi Orang Berbohong, Sekali Berbohong Pasti Akan Terus Berbohong

Gejala hypophrenia

Jika kamu mengalami gejala menangis tanpa sebab mungkin saja kamu mengalami gangguan pada bagian otak dan gangguan ini terikat langsung dengan emosional kita. Orang yang menderita Hypophrenia akan tiba-tiba menjadi seseorang yang sensitif sekaligus dia juga ketus dan mudah sekali tersinggung dengan banyak hal. Oleh karena itu, ia juga sulit untuk diajak untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Gejala lainnya, pengidap hypophrenia akan membuat seseorang menjadi introvert dan sangat sulit untuk bersosialisasi, dia hanya hidup untuk bekerja dan melakukan kewajibannya saja. Jika sudah tidak ada pekerjaan, maka dia akan menangis tanpa sebab dan menangis secara tiba-tiba karena perubahan emosi yang tidak dapat dikontrol.

Seluruh pikirannya akan dikuasai oleh pikiran negatif yang membuat dirinya lelah, baik secara mental maupun psikis. Akibat yang berkelanjutannya lagi, dia akan seringkali menangis tanpa sebab dan menjadi pemalas, memiliki banyak pikiran, serta tidak bergairah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang mengidap hypophrenia sendiri tidak mengetahui darimana dan mengapa dia menangis. Ingat bersedih itu hal yang wajar, tetapi segala sesuatu yang berlebihan tidak akan pernah menjadi hal yang baik. Seseorang yang mengidap hypophrenia akan merasakan kelelahan hanya karena mencoba menebak apa gerangan yang terjadi pada dirinya.

Halaman:

Editor: Ananta Wira Mahmuda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X