• Sabtu, 2 Juli 2022

Fenomena Santet Hingga Karma Bagi Orang Yang Menyantet

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:07 WIB
Illustrasi Fenomena ilmu santet. (Foto/Pinterest.)
Illustrasi Fenomena ilmu santet. (Foto/Pinterest.)

SEWAKTU.COM - Ini dia fenomena ilmu santet hingga karma bagi orang yang menyantet. Santet yang sering pula disebut dengan istilah teluh, tenung, hingga jengges merupakan sebuah kekuatan ghaib yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki niatan jahat untuk mencelakai pihak lain. Adapun perbedaan penyebutan istilah nama tersebut didasarkan pada setiap daerah.

Pertanyaan selanjutnya ialah apakah fenomena ilmu santet itu benar-benar ada atau ternyata hanya bualan yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu saja dan dijadikan senjata untuk mendapatkan tujuan tertentu?

Masruri, dalam bukunya Dialog Seputar Kekuatan Gaib mengatakan bahwa fenomena ilmu santet tidak lebih dari permainan magis yang bertujuan menguasai, memerintah, hingga menggerakkan suatu benda hingga bisa berada pada suatu tempat yang dikehendaki oleh penggeraknya. Dikatakan lebih jauh bahwa setiap orang bisa mempelajari teori santet.

Baca Juga: Ilmu Santet Arab Saudi? Menguak Tabir Kegelapan Arab Saudi

Namun dalam praktiknya hanya sebagian kecil saja yang mampu menguasai ilmu santet tersebut. Siapakah sebagian kecil tersebut? Ialah orang-orang dengan kondisi keimanan dan kesadaran keimanannya yang rendah. Dengan kata lain apabila orang tersebut beragama Islam, maka hampir dipastikan orang itu tak pernah menjalankan syariat agama seperti shalat dan perintah lainnya.

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa santet dapat dilakukan menggunakan benda. Santet sejenis itu merupakan santet yang masih tergolong rendah. Adapun jenis santet kelas menengah ke atas umumnya sudah menggunakan media gelombang “angin jahat”.

Baca Juga: Ilmu Santet Online, Ilmu Sihir Kuno Jadi Modern

Santet jenis ini lebih membahayakan karena sifatnya mudah masuk namun sulit dan rumit untuk dikeluarkan kecuali bagi mereka yang telah memiliki rahasianya. Santet semacam hal di atas kerap disebut sebagai santet non materi. Contohnya adalah praktik danyangan (memuja setan-setan penunggu makam yang dikeramatkan penduduk setempat).

Biasanya praktik ini di lakukan di tanah Jawa. Masih di dalam buka yang sama, di sana dijelaskan bahwa ada dua pihak yang bertanggung jawab dalam praktik santet-menyantet. Orang tersebut adalah orang yang meminta bantuan dan pihak yang memberikan bantuan.

Halaman:

Editor: Ananta Wira Mahmuda

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X